Rabu, 20 Juni 2018

Ramuan Obat Tradisional ~ obat Sakit Gigi

Obat Sakit Gigi Tradisional



Penyebab sakit gigi bisa beberapa hal, diantaranya gigi berlubang, retak, terkikis, kebanyakan makan permen karet, atau bahkan gusi yang terinfeksi. Nah, berikut ini beberapa ramuan tradisional untuk mengobati sakit gigi

Bawang putih
Berdasarkan buku Jude’s Herbal Home Remedies yang ditulis oleh Jude C. Todd, bawang putih dapat menyembuhkan sakit gigi atau gigi berlubang karena mengandung senyawa antiseptik. 
Ambil satu siung bawang putih dan letakkan di gigi. Lakukan selama 5 menit, kemudian keluarkan bawang putih dan bilas mulut dengan air hangat.

Daun Cengkeh
Cengkeh merupakan rempah yang menjadi bahan dalam pembuatan rokok. Namun, daun cengkeh ternyata memiliki khasiat untuk mengobati sakit gigi. 
Caranya, cuci beberapa helai daun cengkih, seduh dengan air mendidih, kemudian dilumatkan. Peras dengan kain. Basahi kapas dengan cairannya, jejalkan ke lubang gigi yang sakit.

Getah Jarak
Tanaman jarak memang memiliki banyak manfaat untuk kehidupan manusia. Selain minyak buah jarak yang sekarang sedang diupayakan sebagai bahan bakar alternatif, getah dari pohon jarak ini ternyata berkhasiat mengobati sakit gigi berlubang. 
Caranya gampang, hanya dengan meneteskan getah jarak pada gigi yang berlubang. Atau bisa juga dengan mengambil getah jarak menggunakan kapas, kemudian masukkan kapas pada gigi yang berlubang.

Akar Kangkung
Siapa sangka sayuran yang bisa bikin ngantuk jika dikonsumsi terlalu banyak ini bisa juga dijadikan sebagai obat untuk mengatasi sakit gigi. 
Caranya: Sediakan segenggam akar kangkung, 1/2 sdt cuka, direbus dengan 1 gelas air. Gunakan air rebusannya untuk berkumur.

Sekian untuk keterangan pengobatan sakit gigi tradisional. Semoga bermanfaat.


Selasa, 19 Juni 2018

Ramuan Pengobatan Tradisional~obat Sakit Kepala

Obat Sakit Kepala Tradisional



Bunga Matahari

Bahan: Sediakan 30 gram bunga matahari, 10 gram jahe, 1 butir telur ayam, dan 600 cc air bersih. Cara pengobatan: Semua bahan direbus dalam 600 cc air hingga tersisa 300cc. Telur ayam dibiarkan tetap utuh. Airnya diminum dan telurnya dimakan setelah makan nasi. Lakukan pengobatan ini secara rutin 2 kali sehari.



Bunga Kenanga

Bahan: Sediakan 15 gram bunga kenanga, 15 gram, dan air bersih sebanyak 400 cc. Cara pengobatan: Jahe dicuci bersih dan diiris-iris, kemudian direbus bersama bunga kenanga dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc. Saring airnya kemudian diminum selagi masih hangat.



Daun Alpukat

Bahan: Sediakan tiga hingga empat lembar daun alpukat segar, dan segelas air panas. Cara pengobatan: segar dicuci hingga bersih, kemudian diseduh dengan 1 gelas air panas. Setelah dingin, airnya diminum satu kali sehari sebanyak satu gelas.

 



Senin, 12 Juni 2017

PERBEDAAN ES BATU BENING DAN PUTIH

Perlu Tau! Kenapa Es Batu Ada yang "Bening dan Putih"? Ternyata "Rahasia Dibaliknya" Bisa Berakibat Fatal Untuk Kesehatan Kamu!

Kamu mungkin pecinta minuman dingin yang selalu menambahkan es batu sebagai pendingin minuman kamu. Namun, kamu sebagai konsumen harus tahu juga apakah es batu yang ada di minuman kamu itu dibuat dari air matang atau mentah. Jangan asal meminumnya saja, ya. Kamu sudah harus selektif dan hati-hati.

Walau terlihat sepele, es batu akan mencair dan menyatu dengan minumanmu. Jika kamu tidak selektif dan cuek, kamu juga yang akan rugi karena itu berbahaya buat kesehatan. Kenali perbedaan es batu yang dibuat dari air matang atau mentah serta dampaknya di sini.

Es batu yang dibuat dari air matang warnanya bening seperti kristal.

Rabu, 17 Mei 2017

au'

malam yang tlah sepi
pagi kan menghampiri
bertandang ke halaman nurani
yang ada rona dan coraknya
pun tiada berseri

pagi kan menjelang hari
tanpa tertahan
dan kesibukan hari menemani
walau ada yang tak mampu kulupa
bahwa hari tlah berganti
dan selalu menemani hati yg sepi
tanpa arti

tiada lagi .. yang kutunggu
hanya menunggu pagi menjelang
hanya menanti waktu dan waktu
namun kapankah sepi ini
kan berakhir..
ingin kubuang semua kenangan
ingin kubungkam rasa yang ada
ingin kuketepikan angan asa
ingin kututup pintu ruang rindu
namun
kemana ku kan pergi
untuk menghindari semua ini


..
mm..
kelaut aje
oh, no no no
not me


Selasa, 09 Mei 2017

untuk dicermati, akibat makan coklat setelah makan mie goreng

Prof.Dr.Ir. Rokhmin Dahuri
*(IPB/Mantan Menteri Perikanan & Kelautan)* :

Ada seorang Wanita meninggal 'Mendadak' dengan' Kelima Panca Indera keluar darah.
Setelah diselidiki ternyata Wanita ini meninggal, bukan karena 'Bunuh Diri' atau 'Dibunuh', melainkan karena ketidaktahuan tentang 'Racun akibat Makanan'. 
Wanita ini memiliki kebiasa'an makan coklat tiap hari, ini tidak masalah. Masalahnya, malam itu wanita ini kebanyakan makan 'MIE GORENG'. Sebenarnya cuma makan mie goreng saja , juga tidak masalah, karena orang rumahnya juga banyak makan mie malam itu & tak ada yang meninggal.
Tetapi, karena MIE itu mengandung 'Arsenic Pentoxide' (As2O5) & berhubung habis makan MIE wanita itu makan COKLAT.
Terjadilah "Reaksi Kimia" di dalam perut yang membuat 'Arsenic Pentoxide' (As2O5) berubah menjadi Arsenic Trioxide (As2O3) yang sangat beracun.
- Inilah yang Mengakibatkan :
• Hati
• Jantung
• Ginjal
• Pembuluh Darah Rusak
• Usus Berdarah
• Pembuluh Darah Melebar/dilatasi.

Sehingga wanita itu Meninggal dengan sangat mengenaskan.. , Kelima Panca Indera
'Keluar Darah' sa'at itu.
Jadi Hati-hati !!!,
Jika habis banyak makan.
• MIE Goreng
•. MIE Kering
•. MIE Soto
- Jangan makan coklat pada sa'at yang 'Bersama'an' !!!
- Copy paste-lah jika Anda 'Merasa' ini cukup 'Penting'
- Mari kita berbagi Kepedulian
Dengan Sesama.. ,

🔋Semoga bermanfa'at


Dalil Penguat Bahwa Setiap Penyakit Ada Obatnya

*اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُُ*

*Dalil penguat bahwa setiap penyakit ada obatnya*

Semoga makin menguatkan keyakinan kita utk anjuran berikhtiar ketika diuji oleh Allah dengan ditimpa sakit.

Telah tsabit dalam kitab Shahih Bukhari dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dari nabi shallallahu’alaihi wasallam beliau bersabda,

مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلاَّ أَنْزَل لَهُ شِفَاءً

“Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan untuk penyakit itu obatnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5678)

Jabir radhiallahu ‘anhu membawakan hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أُصِيْبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Setiap penyakit ada obatnya. Maka bila obat itu mengenai penyakit akan sembuh dengan izin Allah Azza wa Jalla.” (HR. Muslim no. 5705)

Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu mengabarkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِنَّ اللهَ لَمْ يَنْزِلْ دَاءً إِلاَّ وَأَنْزَل لَهُ دَوَاءً، جَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ وَعَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ

“Sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan pula obatnya bersamanya. (Hanya saja) tidak mengetahui orang yang tidak mengetahuinya dan mengetahui orang yang mengetahuinya.” (HR. Ahmad 1/377, 413 dan 453. Dan hadits ini dishahihkan dalam Ash-Shahihah no. 451)

Dari Usamah bin Syarik radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau berkata:

كُنْتُ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَجَاءَتِ اْلأَعْرَابُ، فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَنَتَدَاوَى؟ فَقَالَ: نَعَمْ يَا عِبَادَ اللهِ، تَدَاوَوْا، فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلاَّ وَضَعَ لَهُ شِفَاءً غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ. قَالُوا: مَا هُوَ؟ قَالَ: الْهَرَمُ

Aku pernah berada di samping Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu datanglah serombongan Arab dusun. Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bolehkah kami berobat?” Beliau menjawab: “Iya, wahai para hamba Allah, berobatlah. Sebab Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah meletakkan sebuah penyakit melainkan meletakkan pula obatnya, kecuali satu penyakit.” Mereka bertanya: “Penyakit apa itu?” Beliau menjawab: “Penyakit tua.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi, beliau berkata bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikhuna Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i menshahihkan hadits ini dalam kitabnya Al-Jami’ Ash-Shahih mimma Laisa fish Shahihain, 4/486)

*Sehat Bersama Sunnah,  hidup jadi berkah*


*اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُُ*

*Dalil penguat bahwa setiap penyakit ada obatnya*

Semoga makin menguatkan keyakinan kita utk anjuran berikhtiar ketika diuji oleh Allah dengan ditimpa sakit.

Telah tsabit dalam kitab Shahih Bukhari dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dari nabi shallallahu’alaihi wasallam beliau bersabda,

مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلاَّ أَنْزَل لَهُ شِفَاءً

“Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan untuk penyakit itu obatnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5678)

Jabir radhiallahu ‘anhu membawakan hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أُصِيْبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Setiap penyakit ada obatnya. Maka bila obat itu mengenai penyakit akan sembuh dengan izin Allah Azza wa Jalla.” (HR. Muslim no. 5705)

Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu mengabarkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِنَّ اللهَ لَمْ يَنْزِلْ دَاءً إِلاَّ وَأَنْزَل لَهُ دَوَاءً، جَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ وَعَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ

“Sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan pula obatnya bersamanya. (Hanya saja) tidak mengetahui orang yang tidak mengetahuinya dan mengetahui orang yang mengetahuinya.” (HR. Ahmad 1/377, 413 dan 453. Dan hadits ini dishahihkan dalam Ash-Shahihah no. 451)

Dari Usamah bin Syarik radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau berkata:

كُنْتُ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَجَاءَتِ اْلأَعْرَابُ، فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَنَتَدَاوَى؟ فَقَالَ: نَعَمْ يَا عِبَادَ اللهِ، تَدَاوَوْا، فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلاَّ وَضَعَ لَهُ شِفَاءً غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ. قَالُوا: مَا هُوَ؟ قَالَ: الْهَرَمُ

Aku pernah berada di samping Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu datanglah serombongan Arab dusun. Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bolehkah kami berobat?” Beliau menjawab: “Iya, wahai para hamba Allah, berobatlah. Sebab Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah meletakkan sebuah penyakit melainkan meletakkan pula obatnya, kecuali satu penyakit.” Mereka bertanya: “Penyakit apa itu?” Beliau menjawab: “Penyakit tua.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi, beliau berkata bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikhuna Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i menshahihkan hadits ini dalam kitabnya Al-Jami’ Ash-Shahih mimma Laisa fish Shahihain, 4/486)

*Sehat Bersama Sunnah,  hidup jadi berkah*

by, bp ustadz TRIS


Senin, 08 Mei 2017

KOLAGEN _ SERI KULIAH HERBAL

☕ SERI KULIAH HERBAL

*KOLAGEN*

*Kolagen adalah sejenis protein yang terdiri dari asam amino-, yang terbentuk dari karbon, oksigen dan hidrogen.*

Kolagen mengandung asam amino tertentu seperti Glycine, Proline, hydroxyproline dan Arginine.
Kolagen menghubungkan atau mendukung jaringan tubuh manusia seperti kulit, tulang, tendon, otot, tulang rawan, bahkan pada rambut dan kuku.

*Sekitar 33% protein dalam tubuh manusia terdiri dari kolagen, dan sekitar 75% kulit kita terbentuk dari kolagen*.

Kolagen Sangat Penting Bagi Tubuh
Kolagen diibaratkan sebagai lem yang menyatukan tubuh manusia secara bersamaan. Tanpa kolagen tubuh akan terpisah secara harfiahnya.

Kolagen memberikan kekuatan untuk struktur tubuh dan melindungi struktur kulit dengan mencegah penyebaran zat pathogen, zat beracun lainnya, mikro organism dan sel-sel kanker.

Kolagen juga dapat memberikan elastisitas, kelenturan, kekenyalan, kelembaban dan ketahanan pada kulit. Dengan kulit yang masih elastis inilah seseorang akan terlihat awet muda.

kekurangan kolagen bisa menimbulkan masalah. Bahkan, ada beberapa penyakit genetik yang berhubungan dengan kekurangan kolagen. Misalnya, osteogenesis imperfecta, sering disebut sebagai penyakit tulang rapuh

🌿 DAPATKAN MANFAAT KOLAGEN TERBAIK Dengan SENANTIASA MINUM *RADIX COLLAGEN HPA INTERNATIONAL*

_*Cukup Amalkan dalam 7 hari.. radang sendi orang tua kita sembuh dengan izin Allah..*_

*SEMOGA BERMANFAAT*

=======================
Bagi bapak dan ibu yang ingin mengenal dunia thibbunnabawi.  Silahkan klik link dibawah ini..

https://chat.whatsapp.com/0nsNMHDNyTX1sYTvCmptDh


ZAITUN - BUAH YANG DIBERKAHI

Kajian Herbal Sunnah..

*ZAITUN - BUAH YANG DIBERKAHI*

_...yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis).._
(QS An-Nur 24:35).

_Demi buah tin dan buah zaitun.._ (QS.  At-Tin 1)

Zaitun adalah pohon yang tumbuh di wilayah  yang masuk mediteranian.
Sebagian besar masyarakat di sana mengkonsumsi buahnya dan menghasilkan minyak dari ekstrak buahnya. 
Walaupun tidak tumbuh di Indonesia, kita banyak mengenal minyak zaitun yang banyak digunakan dalam bidang pengobatan.
Hasil penelitian terakhir memperlihatkan bahwa konsumsi minyak zaitun secara teratur dapat mencegah perkembangan beberapa penyakit degeneratif seperti stroke, hipertensi, jantung, kanker, dan diabetes.

Minyak zaitun mengandung asam lemak MUFA (Mono unsaturated Fatty Acid) atau sering disebut asam oleat atau omega 9 sampai 82%.
Asam lemak ini dapat meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan juga menurunkan kolesterol jahat (LDL) dalam darah sehingga sangat baik untuk penyakit jantung dan pembuluh darah.
Selain itu warna dari minyak zaitun mengandung kadar antioksidan yang tinggi  jenis polifenol.
Disamping itu minyak zaitun mengandung berbagai mineral dan vitamin yang baik utk tubuh kita,

Allah telah menciptakan buah zaitun ini buat kita hamba-hamba-Nya sebagai obat.
Untuk itu buah atau minyak zaitun perlu kita masukkan dalam diet kita.
Salah satu anjuran dari seorang ahli adalah konsumsi satu sendok makan di pagi hari.
Penelitian terus dilakukan utk menggali lebih dalam lagi manfaat yang ada baik pada buah, minyak, dan daunnya.
Meningkatnya jumlah penderita strioke, diabetes, hipertensi, jantung, dan hiperkolesterol menjadikan konsumsi minyak zaitun menjadi penting pada orang dewasa di Indonesia.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 

Dari berbagai sumber..


Sabtu, 22 April 2017

Mario Teguh Golden Ways

beberapa catatan kata-kata sang motivator ternama "Mario Teguh" yang terkenal dengan "Salam Super" nya.


Senin, 06 Maret 2017

IF WE HOLD ON TOGETHER
Diana Rose

Don't lose your way

Jangan hilang arah

With each passing day

Seiring berlalunya waktu

You've come so far

Kau tlah sampai sejauh ini

Don't throw it away

Jangan disiakan

Live believing

Yakinlah

Dreams are for weaving

Mimpi ada untuk dirajut

Wonders are waiting to start

Keajaiban menunggu untuk dimulai

Live your story

Jalani kisahmu

Faith hope and glory

Keyakinan, harapan dan kejayaan

Hold to the truth

Yakinlah pada kebenaran

In your heart

Di hatimu



CHORUS

If we hold on together

Jika kita saling berpegangan
I know our dreams
Aku tahu mimpi kita
Will never die
Takkan pernah mati
Dreams see us through
Mimpi-mimpi kuatkan kita
To forever
Selamanya
Where clouds roll by
Dimana awan bergulung
For you and I

Untukmu dan untukku



Souls in the winds
Jiwa-jiwa di dalam angin
Must learn how to bend
Harus belajar cara menunduk
Seek out a star
Tunjuklah satu bintang
Hold on to the end
Ikutilah hingga akhir waktu
Valley, mountain
Lembah, gunung
There is a fountain
Ada mata air
Washes our tears
Yang hapuskan air mata kita
All away
Hingga tak bersisa
Words are swaying
Kata-kata sedang berdansa
Someone is praying
Seseorang sedang berdoa
Please let us come
Biarkan kami 

Home to stay

Pulang



CHORUS



When we are out there
Saat kita di luar sana
In the dark
Di dalam gelap
We'll dream about the sun
Kita kan impikan mentari
In the dark
Dalam gelap
We'll feel the light
Kita kan rasakan cahaya
Warm our hearts
Hangatkan hati kita
Everyone
Semuanya 



CHORUS

(terkesan..😀)

Rabu, 05 Oktober 2016

Asmaul husna

Muslimkids@cerdas-sabar-penyantun
KEAJAIBAN KISAH 99 ASMAUL HUSNA

Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus Menerus mengurusi makhluk-Nya (QS. Al-Baqarah: 255)

Lafazh Allah merupakan nama atau sebutan bagi tuhan atau sesembahan yang haqq dan tidak diberikan kepada yang lain. Dialah Allah, tuhan yang patut disembah. Allah adalah nama yang mengumpulkan makna semua nama dan hakikatnya dan merupakan Dzat yang disembah secara haqq. Dia tidak membutuhkan siapapun, bahkan yang lainnya-lqh yang butuh epada-Nya.

Nama ini disebut juga dengan lafazh jalalaj, juga disebut dengan Ismud dzat yang mengandung arti dari seluruh pwngertian yang ada dalam nama-nama Allah yang lainnya.
Tuntunan berzikir;

Berzikirlah dengan menyebut "Yaa Allah" setiap kali berdo'a, terutama pada sepertiga malam sesudah mengerjakan sholat Tahajjud atau Hajat. Insya Allah apa yang menjadi hajatnya akan berhasil.

#~~®™
AGAR ANAK: Beakhlak, Percaya Diri, Lemah Lembut, Tahan Uji, Tak Mudah Menyerah,
Cerdas-Sabar-Penyantun

By, Muhammad Burhan, duta media
#~~~®™

Minggu, 28 Agustus 2016

7 Dzikir yang dibaca 100 kali

Senin, 21 Oktober 2013

7 Dzikir Yang Dibaca Seratus Kali.

7 kalimat dzikir mulia ini bagus untuk diamalkan yang berdasarkan Hadis Nabi Muhammad saw., yang setiap harinya dibaca seratus kali, yaitu : 

1. LAA ILAAHA ILLALLAHU MUHAMMADUR RASUULULLAAH saratus kali. 

قال النبي صلى الله عليه وسلم: مَنْ قَالَ كُلَّ يَوْمٍ لا إلٰهَ إلاَّ الله مُحَمَّدٌ رَسُولُ الله مَائَةَ مَرَّة جَاءَ يَوْمَ القِيَامَةِ وَوَجْهُهُ كَالقَمَرِ لَيْلَةَ البَدْرِ

Nabi saww. bersabda: “Barangsiapa setiap hari membaca LAA ILAAHA ILLALLAHU MUHAMMADUR RASUULULLAAH (Tiadak ada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah) sebanyak seratus (100) kali, maka ia datang pada hari kiamat mukanya bagaikan bulan purnama”. (Kitab Lubabul Hadits) 

2. LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIKA LAHU LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA 'ALAA KULLI SYAI'IN QADIIR seratus kali. 

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنْ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ

Telah bercerita kepada kami 'Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Sumayya, maula Abu Bak dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang membaca laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariika lahuu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in qodir (Tidak ada ilah (yang berhaq disembah) selain Allah Yang Maha Tunggal tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) sebanyak seratus kali dalam sehari, maka baginya mendapatkan pahala seperti membebaskan sepuluh orang budak, ditetapkan baginya seratus hasanah (kebaikan) dan dijauhkan darinya seratus keburukan dan baginya ada perlindungan dari (godaan) setan pada hari itu hingga petang dan tidak ada orang yang lebih baik amalnya dari orang yang membaca doa ini kecuali seseorang yang dapat lebih banyak mengamalkan (membaca) dzikir ini". (HR. Bukhori No.3050 dan No.5924, Ibnumajah No.3799) 

3. LAA ILAAHA ILLALLAAHUL MALIKUL HAQQUL MUBIIN seratus kali sehabis sholat subuh atau sholat dzuhur. 

والخطيب وأبو نعيم وابن عبد البرّ: من قال في يومه مائة مرة لا اله إلا الله الملك الحق المبين كان له أماناً من الفقر وأنساً من وحشة القبر، وفتحت له أبواب الجنة

Rasulullah saw. bersabda : Barangsiapa membaca pada pagi hari seratus (100) kali LAA ILAAHA ILLALLAAHUL MALIKUL HAQQUL MUBIIN, maka akan merupakan jaminan aman dari kemiskinan, akan menjadi kesenangan dalam kuburnya dan terbuka baginya pintu-pintu surga. (HR. Al Khatib, Abu Naimdan Ibn Abdul Bar, Didalam Kitab Irsyadul ‘Ibad Ilasabilirrasyad => Asy Syaikh Zainuddin Al Malibariy) 

4. SUBHAANALLAAHI WABIHAMDIHI seratus kali. 

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Sumay dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mengucapkan 'SUBHAANALLAAHI WABIHAMDIHI (Maha suci Allah dan segala pujian hanya untuk-Nya)' sehari seratus kali, maka kesalahan-kesalahannya (dosa) akan terampuni walaupun sebanyak buih di lautan." (HR.Bukhori No.5926, Muslim No.4857, At Tirmidzi No.3388, Ahmad N0.10266 dan No.7667, Ibnumajah No.3802, dan Imam Malik No.438) 

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي الشَّوَارِبِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ الْمُخْتَارِ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْهِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdul Malik bin Abu Asy Syawarib telah menceritakan kepada kami Abdul 'Aziz bin Al Mukhtar dari Suhail bin Abu Shalih dari Sumayy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Barang siapa yang pada pagi dan sore hari mengucapkan; SUBHAANALLAAHI WA BIHAMDIHI (Maha suci Allah dan segala pujian hanya untuk-Nya) seratus kali maka tidak ada orang yang datang pada Hari Kiamat yang membawa sesuatu yang lebih baik dari apa yang ia bawa kecuali orang yang mengucapkan seperti apa yang ia ucapkan atau lebih banyak lagi darinya." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib. (HR. At Tirmidzi No.3391) 

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ الْأُمَوِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ الْمُخْتَارِ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْهِ

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin 'Abdul Malik Al Umawi telah menceritakan kepada kami 'Abdul 'Aziz bin Al Mukhtar dari Suhail dari Sumayya dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Barang siapa, ketika pagi dan sore, membaca doa; SUBHAANALLAAHI WA BIHAMDIHI (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) sebanyak seratus kali, maka pada hari kiamat tidak ada orang lain yang melebihi pahalanya kecuali orang yang juga pernah mengucapkan bacaan seperti itu atau lebih dari itu.'" (HR. Muslim No.4858) 

حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مُوسَى الْكُوفِيُّ حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ الزِّبْرِقَانِ عَنْ مَطَرٍ الْوَرَّاقِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ لِأَصْحَابِهِ قُولُوا سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ مَنْ قَالَهَا مَرَّةً كُتِبَتْ لَهُ عَشْرًا وَمَنْ قَالَهَا عَشْرًا كُتِبَتْ لَهُ مِائَةً وَمَنْ قَالَهَا مِائَةً كُتِبَتْ لَهُ أَلْفًا وَمَنْ زَادَ زَادَهُ اللَّهُ وَمَنْ اسْتَغْفَرَ اللَّهَ غَفَرَ لَهُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ

Telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Musa Al Kufi telah menceritakan kepada kami Daud bin Az Zibriqan dari Mathar Al Warraq dari Nafi' dari Ibnu Umar, ia berkata; Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam bersabda pada suatu hari kepada para sahabatnya: "Ucapkanlah; SUBHAANALLAAHI WA BIHAMDIHI (Maha suci Allah dan segala pujian hanya untuk-Nya) seratus kali, barang siapa yang mengucapkannya satu kali maka dicatat baginya sepuluh kali dan barang siapa yang mengucapkannya sepuluh kali maka dicatat baginya seratus kali, dan barang siapa yang mengucapkannya seratus kali maka dicatat baginya seribu kali, dan barang siapa yang menambah maka Allah menambahnya dan barang siapa yang memohon ampunan kepada Allah maka Allah akan mengampuninya." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib. (HR. At Tirmidzi No.3392) 

من قال سبحان الله وبحمده غرست له نخلة فى الجنة ومن قالها مائة مرة كتبت له الف حسنة و حطت عنه الف خطيئة

Nabi Muhammad saw. bersabda : Man qoola Subhaanallaahi wabihamdihi ghurisat lahu nakhlatun fil jannati, wa man qoolahaa mi-atan marrotin kutibat lahu alfu hasanatin, wa huththot 'anhu alfu khothii-atin. 

Artinya : Barangsiapa mengucap SUBHAANALLAAHI WABIHAMDIHI sekali, akan ditanamkan baginya suatu pohon disurga, dan barangsiapa mengucapkannya seratus kali, dicatat baginya seribu kebajikan dan digugurkan daripadanya seribu kejahatan (Kitab An Nashaih Ad Diniyah - Al Imam Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad) 

5. Bershalawat setiap hari minimal seratus kali. 

والطبراني: مَنْ صَلّى عَلَيَّ وَاحِدةً صَلّى الله عَلَيْه عَشْراً، وَمَنْ صَلّى عَلَيَّ عَشْراً صَلّى الله عَلَيْهِ مائَةً، وَمَنْ صَلّى عَلَيَّ مائَة كَتَبَ الله لَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ بَرَاءةً مِنَ النِّفَاقِ وَبَرَاءَةً مِنَ النَّارِ وَأَسْكَنَهُ يَوْمَ القِيَامَةِ مَعَ الشّهَدَاءِ

Nabi Muhammad saww. bersabda : Man sholla ‘alayya wahidatan shallallaahu ‘alaihi ‘asyron wa man sholla ‘alayya ‘asyron shallallaahu ‘alaihi mi-atan wa man sholla ‘alayya mi-atan kataballaahu lahu baina ‘ainaihi baro-atan minan nifaaqi wa baroo-atan minan naari wa askanahu yaumal qiyaamati ma’asy syuhadaa-i. 

Artinya : “Barangsiapa yang membaca shalawat untukku satu kali, maka Allah bershalawat untuknya sepuluh kali, dan barangsiapa bershalawat untukku sepuluh kali, maka Allah bershalawat untuknya seratus kali, dan barangsiapa bershalawat untukku seratus kali, maka Allah menulis diantara kedua matanya kebebasan dari nifak, dan kebebasan dari neraka dan ditempatkan pada hari kiamat bersama orang-orang yang mati syahid.” (HR. At Thabarani, di dalam Kitab Irsyadul 'Ibad Ilasabilirrosyad) 

6. RABBIGHFIRLII WATUB 'ALAYYA, INNAKA ANTAT TAWWAABUR RAHIIM seratus kali. 

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ وَالْمُحَارِبِيُّ عَنْ مَالِكِ بْنِ مِغْوَلٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سُوقَةَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ إِنْ كُنَّا لَنَعُدُّ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَجْلِسِ يَقُولُ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ مِائَةَ مَرَّةٍ

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dan Al Muharibi dari Malik bin Mighwal dari Muhammad bin Suqah dari Nafi' dari Ibnu Umar dia berkata; "Apabila kami menghitung ucapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu majlis: "Rabbighfirlii watub 'alayya innaka antat tawwabur rahiim (Ya Rabbku ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkaulah Maha penerima taubat dan maha penyayang) beliau mengucapkannya sebanyak seratus kali." (HR. Ibnumajah No.3804 dan Abudaud No.1295) 

7. SUBHAANALLAAHI WABIHAMDIHI SUBHAANALLAAHIL ‘AZHIIMI ASTAGHFIRULLAH seratus kali sebelum sholat subuh (qobliyah subuh). 

أن رجلا جاء إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال تولت عني الدنيا وقلت ذاتيدي فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم فأين أنت من صلاة الملائكة وتسبيح الخلائق وبها يرزقون قال فقلت وماذا يا رسول الله قال قل سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم أستغفر الله مائة مرة ما بين طلوع الفجر إلى أن تصلى الصبح تأتيك الدنيا راغمة صاغرة ويخلق الله عز وجل من كل كلمة ملكا يسبح الله تعالى إلى يوم القيامة لك 

Bahwasanya seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saww. lalu ia berkata: “Dunia berpaling dariku dan sedikit di tanganku (miskin)”, Lalu Rasulullah saww. bersabda: “Maka dimanakah kamu dari permohonan rahmat oleh para Malaikat dan tasbih para makhluk, dan dengannya mereka diberi rizki?” ia berkata: Lalu saya berkata: “Apakah itu wahai Rasulullah?”, Beliau bersabda: “Ucapkanlah: SUBHAANALLAAHI WABIHAMDIHI SUBHAANALLAAHIL ‘AZHIIMI ASTAGHFIRULLAH (Maha Suci Allah denga segala pujiNya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung, Saya memohon ampun kepada Allah)” seratus (100x) kali antara terbitnya fajar sampai shalat shubuh maka dunia datang dengan hina dan kecil (tidak sombong) dan Allah ‘Azza Wa Jalla menciptakan dari setiap kata akan satu Malaikat yang mentasbihkan Allah Ta’ala sampai hari kiamat yang pahalanya untukmu”. (Di dalam Kitab Ihya Ulumiddin => Al Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghazali). 

Hayo kita amalkan dzikir-dzikir mulia tersebut, aturlah waktu kalian agar dapat membaca dzikir-dzikir mulia tersebut dalam sehari-semalamnya seratus kali agar kita menjadi orang yang beruntung di dunia dan di akhirat nanti, dan dapat dikumpulkan bersama Nabi Muhammad saww., para sahabatnya, para syuhada dan orang-orang sholeh didalam surganya yang tertinggi karena menghidupkan dan mengamalkan sunnah Nabi Muhammad saww., karena Nabi Muhammad saww. bersabda : 

من احيا سنتي فقد احبني ومن احبني كان معي فى الجنة

Man ahyaa sunnatii faqod ahabbanii wa man ahabbanii kaana ma’ii fil jannah. 

Artinya : Barangsiapa menghidupkan sunnahku maka sesungguhnya (bukti) dia mencintaiku, dan barangsiapa mencintaiku maka ia akan bersamaku disurga. (HR. At Tirmidzi No.2602)

Alfaqir ijazahkan dzikir-dzikir mulia tersebut diatas bagi siapa saja yang mau mengamalkannya.. 

Dikutip dari:

* Hadits Kutubut Tis’ah.
* Ihya' Ulumiddin => Imam Al-Ghazali.
* Al Adzkar => Imam An-Nawawi. 
* Riyadhus Shalihin => Al Imam An Nawawi.
* Irsyadul 'Ibad Ilasabilirrosyad => Asy Syaikh Zinuddin Al Maribariy.
* An Nashaaih Ad Diniyah wal washaaya Al Imaaniyah => Al Imam Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad. 
* Lubabul Hadits => Al Imam Al Hafidz Jalaluddin Abdurrahman bin Abii Bakar As Suyuthi.
* Tanqihul Qaul => Asy Syaikh Muhammad Nawawi bin Umar Al Bantani

Kumbara berpuisi

Mentari..
Tahukah kamu,
Terlara luka ..
Perih asa menghembus bayu
Terkoyak .. Tercabik..
Namun tiada siapapun yg peduli..
Rona terdiam sia sia...
Hari hari terbengkalai rasa
Ingin kuberanjak..
Dan menjauh pergi..
Namun,
Harap masih menggayut..
Dihati
Mentari..
Tahukah kamu?!
..

Minggu, 14 Agustus 2016

..

Tak ayal rasaku beranjak..
Kala hari mulai meredup
Gulana bisu menemani kelam
Kicauan burung tlah pulang ke kandang .. Sore tadi..
Malam kian pasti mengganti senja
Rinai titik hujan kembali basahi bumi
Jiwa rapuhku kian pasrah
Biarlah hujan menghapus jejak langkah yg ada
Perlahan .. lelah menitip harap
Semoga..

Minggu, 04 Mei 2014

irama puisi,

disiang yang diguyur butiran hujan berkah dari yang maha pengasih dan penyayang..
dalam peredaran kelembutan kasihsayangMu ya Allah, lembutkan hati ini..
kubernaung di kemahaanMu yg tak terhingga..
kuberteduh dirindang dan tegas kasihMu..
ku yang kini sendiri.. menapaki hari tanpa lelah.. mencoba membuang gundah.. meringkas alur kehidupan yang pernah ada dan senantiasa menatap harapan yang telah diburai oleh panggung sandiwara dunia..
ku kan tetap melangkah.. meniti sepi ini, melembutkan hati mengasah asa, membungkam rasa ..
mengurai makna..
merajut waktu yang ada.. agar lebih berarti..
membiarkan sepi menjauh pergi..
menanti terwujud asa pasti .. berdamping cintaMu.. selalu bersama Mu wahai sang pengasih penyayang..

posted from Bloggeroid

Rabu, 30 April 2014

Ikan dan burung

Di sebuah hutan hiduplah dua binatang yang saling bersahabat. Binatang itu adalah burung dan ikan. Keduanya sangat dekat dan selalu saling membantu. Kedekatan keduanya ini tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui suatu kejadian yang mengubah mereka. Waktu itu ikan sedang beristirahat di pinggiran sungai. Ia memandangi biji-bijian di pohon tepat di atasnya. “Kelihatannya biji-bijian itu enak dimakan” kata ikan dalam hati. Ia lalu berusaha meloncat setinggi-tingginya untuk mendapatkannya. Berkali-kali ia meloncat, namun tidak berhasil mencapai biji-bijian itu. Ia hanya bisa memandangi biji-bijian itu. Saat sedang memandangi biji-bijian itu, perhatiannya teralihkan oleh seekor burung yang berterbangan ke sana-kemari. “Tuhan, kenapa Engkau tidak memberiku sayap untuk terbang agar aku bisa meraih biji-bijian itu?” Kata si ikan dalam hati. Kita tinggalkan si ikan dan beralih ke burung. Setelah beterbangan, burung lalu hinggap di salah satu dahan pohon di pinggir sungai untuk beristirahat. Saat itu ia melihat ke air. Di dasar air sungai itu ia melihat banyak sekali cacing bergeliatan. “Kelihatannya cacing-cacing itu enak dimakan.” Kata burung dalam hati. Ia lalu berusaha masuk ke dalam air untuk menyelam dan menangkap cacing-cacing itu. Namun, ia tidak berhasil karena ia tidak bisa berenang. Ia lalu hanya bisa memandangi cacing itu dari atas pohon. Saat sedang memandangi cacing-cacing di dalam air, perhatiannya teralihkan pada ikan yang sedang berenang di dalam air. “Tuhan, kenapa Engkau tidak memberiku ekor dan sirip untuk berenang agar aku bisa meraih cacing-cacing dalam air itu?” kata si burung dalam hati. Akhirnya ikan dan burung saling tahu kesulitan masing-masing. Berkali-kali si ikan melihat burung menyelam ke air untuk mendapatkan cacing. Demikian pun si burung berkali-kali melihat ikan meloncat-loncat untuk mendapatkan biji-bijian. Lalu mereka berkenalan. “Hei ikan, apakah kau menginginkan biji-bijian ini? kata burung. “Benar, tapi aku tidak punya sayap sepertimu sehingga tidak bisa terbang mendapatkan biji-bijian itu.” jawab si ikan. “Aku juga menginginkan cacing di dasar sungai, tapi aku idak punya sirip sepertimu sehingga tidak bisa mendapatkan cacing-cacing itu.” balas si burung. “Gimana jika kau membantuku mengambil biji-bijian itu dan aku akan membantumu mendapatkan cacing-cacing di dasar sungai.” Ajak si ikan. “Wow ide bagus, aku setuju.” Sahut si burung. Akhirnya ikan dan burung menjadi sahabat dan saling membantu.


Posted via Blogaway

Minggu, 27 April 2014

Kelinci pembohong

Di padang rumput nan hijau, hiduplah seekor kelinci yang sangat nakalm, setiap hari kerjaannya mengusili penghuni padang rumput. Pada suatu hari, si kelinci ketemu pak kijang. Dalam hati kelinci berpikir “saya kerjain saja Pak Kijang, tapi bagaimana ya?” Si kelinci berpikir keras dan tiba-tiba ide nakal sampai di kepalanya. “Saya pura-pura saja lari Pak Kijang sambil berteriak ‘pak singa ngamuk’”. Maka sambil larilah, Si Kelinci sambil berteriak “Pak Singa ngamuk! Pak Singa ngamuk!”, akhirnya pak kijang sekeluarga lari tak beraturan, sampai anaknya Pak Kijang jatuh ke jurang. Puaslah hati Si Kelinci, berbahak-bahak dia, “kena saya kerjain Pak Kijang”. Begitu bangganya Si Kelinci, “cerdas juga saya” Congkak si kelinci. Si kelinci melanjutkan jalan-jalannya sambil mencari korban berikutnya. Dari kejauhan, Si Kelinci melihat Pak Kerbau. Dia pun melakukan hal yang sama seperti pada Pak Kijang. “Pak Singa ngamuk! Pak singa Ngamuk” teriak Si Kelinci, sambil berlari ke arah Pak Kerbau sekeluarga. Terang saja Pak Kerbau langsung lari terbirit-birit sampai istri Pak Kerbau yang lagi hamil, keguguran. Duka Pak Kerbau jadi suka cita Si Kelinci. Hari berikutnya Pak Kijang bertemu Pak Kerbau, mereka menceritakan kejadian yang mereka alami kemarin. Selagi mereka asik membahas masalah yang menimpa keluarga mereka yang disebabkan oleh Si Kelinci, tiba-tiba terdengarlah suara teriakan Si Kelinci dari kejauhan, “Tolong, saya dikejar-kejar Pak Singa, Pak Singa ngamuk! Tolong, tolong, tolooong!,” tapi tidak ada yang perduli, “ah, paling-paling Si Kelinci lagi-lagi membohongin kita” pikir mereka. Sekuat tenaga Si Kelinci menghindari kejaran Pak Singa, tapi apalah daya, Pak Singa lebih cepat larinya, akhirnya Si Kelinci mati dikoyak-koyak Pak Singa dan tidak ada yang perduli.


Posted via Blogaway

Jumat, 25 April 2014

Ratu bulan

Suatu hari, salah satu teman Hou I menceritakan tentang “Pil Abadi” Hou I langsung mengirim utusannya untuk mendapatkan pil tersebut untuknya dari Ratu Barat. Sang Ratu tinggal sendirian di atas sebuah gunung yang tinggi. Dia sangat jelek, giginya panjang dan tajam seperti harimau, dia juga memiliki sembilan buah ekor. Dia menghabiskan waktu membuat obat dari rumput, daun dan bunga. Pada awalnya, dia tidak ingin memberikan pil itu pada hamba Hou I. Ketika ia mengatakan siapa tuannya itu, ia menjadi takut. Dia cepat menyerahkan pil tersebut kepadanya. “Katakan pada majikanmu bahwa pil ini sangat kuat?” Katanya. “Dia tidak boleh memakannya pada saat bulan purnama. Jika dia melakukannya, dia akan terbang langsung ke bulan.” Hou I sangat senang mendapatkan pil tersebut. Istrinya menyimpannya di sebuah lemari di kamarnya. Suatu malam, saat dia menatap bulan purnama, ia tiba-tiba memutuskan untuk memakan pil tersebut. Tubuhnya terasa menjadi ringan dan injakannya meninggalkan tanah. Dia mulai mengambang di langit menuju bulan. Ketika suaminya melihat kejadian tersebut, ia mencoba untuk menjatuhkannya dengan busur dan anak panah. Tapi dia sudah terlalu tinggi. Dalam waktu singkat, dia mendarat di bulan. Dia merasa sangat dingin dan kesepian. Dia pun memikirkan suaminya setiap hari dan ingin kembali padanya. Tapi tidak ada jalan bagi dia untuk melakukannya. Akhirnya, ia membangun sebuah rumah kecil di mana dia tinggal sendirian.


Posted via Blogaway

Kamis, 24 April 2014

Petualangan Aira

“Halo, selamat pagi!“ Sang mentari menyapa dengan ramah. Sinarnya yang keemasan perlahan-lahan mulai mengelus wajah bumi. Penghuni bumi mulai merasakan kehangatannya. “Ah…… segarnya pagi ini.” Aira terbangun dari tidurnya dengan wajah berseri –seri. “Selamat pagi Embuni! Selamat pagi Kupu-kupu“, sapanya dengan ramah. Aira adalah setetes air. Ia bertengger di atas sehelai daun melati. “Aira, hari ini kamu lebih cerah dari biasanya,” kata Kupu-kupu. “Apakah kesedihanmu sudah hilang? Apa obatnya?“ Tanya Embuni. “Aku tidak bersedih lagi. Hari ini Ibu akan mengajakku untuk melihat dunia dan menunjukkan kepadaku betapa berartinya aku.” Kemarin, Aira bersedih. Ia merasa tidak berarti. Ia tidak seperti Lebah yang menghasilkan madu.. Ia tidak bisa terbang. Ia juga tidak seperti bunga yang berbau harum. Ia hanyalah setetes air yang akan lenyap bila terkena panas matahari. Hal inilah yang mengganggu pikirannya berhari – hari, sehingga ia selalu nampak murung. Namun, hari ini ia gembira karena ibunya akan mengajaknya memulai petualangan baru. “Kapan kita mulai berpetualang, Bu?” tanyanya tak sabar kepada Ibunya. “Sebentar lagi. Kita tunggu sampai sinar matahari mengenai tubuhmu.“ “Tapi Bu, Bukankah tubuh kita bila kena sinar matahari akan lenyap? Lalu…..?” “Sabarlah! Nanti akan ibu ceritakan“ kata Ibunya dengan senyum penuh arti. Saat yang dinantikan tiba. Perlahan sinar Sang Surya mulai menyentuh tubuh Aira. Aneh! Tubuhnya terasa sangat ringan! “Ibu, mengapa tubuhku sangat ringan?“ “Anakku, karena terkena panas tubuh kita berubah bentuk menjadi uap air. Coba rasakan! Tubuhmu ringan bukan?” “Betul, Bu! Hei, lihat aku terbang! Aku melayang“ Aira berteriak kegirangan. Ia tidak pernah membayangkan bisa terbang seperti kupu-kupu. “Tubuhmu melayang karena terbawa angin“ Aira merasakan tubuhnya semakin ringan dan melayang. Semakin tinggi dan tinggi. “Ibu, kita akan kemana?“ “Anakku, kau lihat gumpalan awan putih itu?” “Yang seperti kapas, Bu? Wow, indah sekali!” “Mereka adalah sekumpulan saudara-saudaramu. Ke sanalah kita akan bergabung“ Dengan senang hati Aira mengikuti Ibunya bergabung dengan saudara-saudaranya lain. membentuk awan putih. Tak henti-hentinya ia menyanyi. Kemudian bersama-sama saudaranya yang lain Aira melanjutkan perjalanan. Mereka melayari langit biru, melintasi puncak gunung dan bukit. Dari ketinggian angkasa Aira menyaksikan bumi yang elok mempesona. Sawah menghijau seperti hamparan permadani berlapis berlian yang berkilau. Sungai meliuk –liuk seperti ular. Ketika mereka berada di atas gunung, Aira merasakan gumpalan itu semakin berat. Aira kedinginan karena angin bertiup kencang. Awan berubah menjadi hitam. “Ibu, aku takut!“ “Tenang, anakku! Sebentar lagi kita akan turun membasahi bumi.” “Bagaimana caranya? “ Angin kencang akan menerbangkan kita. Kemudian kita semua akan turun serempak. Manusia menamai kita hujan“ Belum selesai Ibunya berbicara, mereka dengan cepat dan serempak turun di bumi. “Wow, asyik Bu! Seperti main dengan papan luncur,” Aira tertawa kegirangan. Wajahnya bertambah ceria ketika melihat Pak Tani menyambut kedatangan hujan dengan gembira. Rupanya kedatangan mereka sudah dinantikan. Aira mendengar mereka berkata: “Hujan turun. Sudah tiba saatnya bagi kita untuk menanam.” “Ya, dengan turunnya hujan sawah kita tidak kering lagi.” Aira senang mendengar perkataan itu. Rupanya dirinya dapat menyuburkan tanah Pak Tani. Perjalanan Aira berlanjut. Kali ini ia tiba di atas rumah yang mungil. Seorang anak perempuan berteriak, “Mama,hujan turun. Tidak lama lagi bunga – bunga kita akan mekar!“ suara itu terdengar ketika Aira berada di atas tanah. Dengan tersenyum Aira merasakan kegembiraaan anak itu. Sebelum meresap ke dalam tanah sekali lagi ia menatap wajah anak itu. Wajah anak perempuan itu berseri ketika mengamati bunga-bunga di taman yang baru kuncup. Tidak lama kemudian Aira melewati lorong yang gelap dan lembek. “Bu, tempat apa ini?“ “Anakku, kita meresap ke dalam tanah. Sebentar lagi kita akan keluar dan menjadi mata air.” Aira mengikuti rombongan ibunya dengan seribu pertanyaan. Pengalaman apa lagi yang ia alami? Setelah melalui perjalanan panjang, akhirnya Aira melihat setitik cahaya. Ia dan keluarganya menuju ke arah cahaya itu. Tak lama kemudian mereka menerobos cahaya dan hei.. apakah itu? Aira heran karena setelah keluar dari tanah mereka berkumpul dengan rombongan air lainnya. Mereka sangat banyak dan menempati kolam yang sangat luas dan panjang serta berkelok-kelok. “Aira, disinilah keluarga kita, keluarga air, bertemu. Ini adalah sungai.” “Apakah keluarga kita disini semua, Bu? Perjalanan berhenti sampai disini?” “Tidak, anakku. Keluarga besar kita berpencar. Ada yang di sumur, ada yang di danau dan di tempat lainnya. Mari kita lanjutkan petualangan kita“ Aira melanjutkan petualangannya. Ia menjadi air sungai. Mengalir menuruni punggung gunung. Ia rasakan hawa sejuk pegunungan. Ia rasakan kecipak air akibat gerakan ikan-ikan yang berenang disekitarnya. Ia rasakan kaki-kaki anak kecil yang berenang dan mandi dengan airnya. Ia dengarkan sendau gurau para ibu yang mencuci sayuran di atas permukaannya. Wah, banyak lagi yang ia rasakan dan saksikan! Betapa bahagianya Aira! “Ibu, aku sangat senang sekarang. Ternyata aku sangat berarti. Banyak orang yang membutuhkan kehadiranku.” “Syukurlah, anakku. Jadi mulai saat ini janganlah berkecil hati. Sekecil apapun kita, selemah apapun kita, kita masih dapat berguna bagi orang lain, selama kita melakukan tugas kita dengan sungguh-sungguh.“ “Terimakasih, Ibu. Banyak pengalaman dan pelajaran yang kuterima hari ini! “Dengan sukacita Aira melanjutkan perjalanan hidupnya. Teman – teman ingin bertemu dan berkenalan dengan Aira? Bangunlah pagi-pagi dan temukanlah ia di balik dedaunan! Mungkin ia disana. Atau mungkin ia mengalir dengan riang di sepanjang sungai yang mengalir di belakang rumahmu. Sampaikan salam padanya dan jangan lupa berilah ucapan terimakasih kepadanya karena sudah menghidupi bumi. Berjanjilah untuk tetap menjaga kelestarian alam yang sangat dicintainya. Niscaya, ia akan menyambutmu dengan senyum yang paling cantik. Dan ia merasa berbahagia.


Posted via Blogaway