beberapa catatan kata-kata sang motivator ternama "Mario Teguh" yang terkenal dengan "Salam Super" nya.
Sabtu, 22 April 2017
Senin, 06 Maret 2017
Lirik dan Arti; IF WE HOLD ON TOGETHER
Rabu, 05 Oktober 2016
Keajaiban Asmaul Husna
KEAJAIBAN KISAH 99 ASMAUL HUSNA
Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus Menerus mengurusi makhluk-Nya (QS. Al-Baqarah: 255)
Lafazh Allah merupakan nama atau sebutan bagi tuhan atau sesembahan yang haqq dan tidak diberikan kepada yang lain. Dialah Allah, tuhan yang patut disembah. Allah adalah nama yang mengumpulkan makna semua nama dan hakikatnya dan merupakan Dzat yang disembah secara haqq. Dia tidak membutuhkan siapapun, bahkan yang lainnya-lqh yang butuh epada-Nya.
Nama ini disebut juga dengan lafazh jalalaj, juga disebut dengan Ismud dzat yang mengandung arti dari seluruh pwngertian yang ada dalam nama-nama Allah yang lainnya.
Tuntunan berzikir;
Berzikirlah dengan menyebut "Yaa Allah" setiap kali berdo'a, terutama pada sepertiga malam sesudah mengerjakan sholat Tahajjud atau Hajat. Insya Allah apa yang menjadi hajatnya akan berhasil.
~~®™
AGAR ANAK: Beakhlak, Percaya Diri, Lemah Lembut, Tahan Uji, Tak Mudah Menyerah,
Cerdas-Sabar-Penyantun
By, Muhammad Burhan, duta media
~~~®™
Muslimkids@cerdas-sabar-penyantun
Minggu, 28 Agustus 2016
Kumbara berpuisi
Tahukah kamu,
Terlara luka ..
Perih asa menghembus bayu
Terkoyak .. Tercabik..
Namun tiada siapapun yg peduli..
Rona terdiam sia sia...
Hari hari terbengkalai rasa
Ingin kuberanjak..
Dan menjauh pergi..
Namun,
Harap masih menggayut..
Dihati
Mentari..
Tahukah kamu?!
..
Minggu, 14 Agustus 2016
..
Tak ayal rasaku beranjak..
Kala hari mulai meredup
Gulana bisu menemani kelam
Kicauan burung tlah pulang ke kandang .. Sore tadi..
Malam kian pasti mengganti senja
Rinai titik hujan kembali basahi bumi
Jiwa rapuhku kian pasrah
Biarlah hujan menghapus jejak langkah yg ada
Perlahan .. lelah menitip harap
Semoga..
Minggu, 04 Mei 2014
irama puisi,
dalam peredaran kelembutan kasihsayangMu ya Allah, lembutkan hati ini..
kubernaung di kemahaanMu yg tak terhingga..
kuberteduh dirindang dan tegas kasihMu..
ku yang kini sendiri.. menapaki hari tanpa lelah.. mencoba membuang gundah.. meringkas alur kehidupan yang pernah ada dan senantiasa menatap harapan yang telah diburai oleh panggung sandiwara dunia..
ku kan tetap melangkah.. meniti sepi ini, melembutkan hati mengasah asa, membungkam rasa ..
mengurai makna..
merajut waktu yang ada.. agar lebih berarti..
membiarkan sepi menjauh pergi..
menanti terwujud asa pasti .. berdamping cintaMu.. selalu bersama Mu wahai sang pengasih penyayang..
posted from Bloggeroid
Rabu, 30 April 2014
Ikan dan burung
Di sebuah hutan hiduplah dua binatang yang saling bersahabat. Binatang itu adalah burung dan ikan. Keduanya sangat dekat dan selalu saling membantu. Kedekatan keduanya ini tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui suatu kejadian yang mengubah mereka. Waktu itu ikan sedang beristirahat di pinggiran sungai. Ia memandangi biji-bijian di pohon tepat di atasnya. “Kelihatannya biji-bijian itu enak dimakan” kata ikan dalam hati. Ia lalu berusaha meloncat setinggi-tingginya untuk mendapatkannya. Berkali-kali ia meloncat, namun tidak berhasil mencapai biji-bijian itu. Ia hanya bisa memandangi biji-bijian itu. Saat sedang memandangi biji-bijian itu, perhatiannya teralihkan oleh seekor burung yang berterbangan ke sana-kemari. “Tuhan, kenapa Engkau tidak memberiku sayap untuk terbang agar aku bisa meraih biji-bijian itu?” Kata si ikan dalam hati. Kita tinggalkan si ikan dan beralih ke burung. Setelah beterbangan, burung lalu hinggap di salah satu dahan pohon di pinggir sungai untuk beristirahat. Saat itu ia melihat ke air. Di dasar air sungai itu ia melihat banyak sekali cacing bergeliatan. “Kelihatannya cacing-cacing itu enak dimakan.” Kata burung dalam hati. Ia lalu berusaha masuk ke dalam air untuk menyelam dan menangkap cacing-cacing itu. Namun, ia tidak berhasil karena ia tidak bisa berenang. Ia lalu hanya bisa memandangi cacing itu dari atas pohon. Saat sedang memandangi cacing-cacing di dalam air, perhatiannya teralihkan pada ikan yang sedang berenang di dalam air. “Tuhan, kenapa Engkau tidak memberiku ekor dan sirip untuk berenang agar aku bisa meraih cacing-cacing dalam air itu?” kata si burung dalam hati. Akhirnya ikan dan burung saling tahu kesulitan masing-masing. Berkali-kali si ikan melihat burung menyelam ke air untuk mendapatkan cacing. Demikian pun si burung berkali-kali melihat ikan meloncat-loncat untuk mendapatkan biji-bijian. Lalu mereka berkenalan. “Hei ikan, apakah kau menginginkan biji-bijian ini? kata burung. “Benar, tapi aku tidak punya sayap sepertimu sehingga tidak bisa terbang mendapatkan biji-bijian itu.” jawab si ikan. “Aku juga menginginkan cacing di dasar sungai, tapi aku idak punya sirip sepertimu sehingga tidak bisa mendapatkan cacing-cacing itu.” balas si burung. “Gimana jika kau membantuku mengambil biji-bijian itu dan aku akan membantumu mendapatkan cacing-cacing di dasar sungai.” Ajak si ikan. “Wow ide bagus, aku setuju.” Sahut si burung. Akhirnya ikan dan burung menjadi sahabat dan saling membantu.
Posted via Blogaway