Rabu, 05 Oktober 2016

Keajaiban Asmaul Husna


KEAJAIBAN KISAH 99 ASMAUL HUSNA

Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus Menerus mengurusi makhluk-Nya (QS. Al-Baqarah: 255)

Lafazh Allah merupakan nama atau sebutan bagi tuhan atau sesembahan yang haqq dan tidak diberikan kepada yang lain. Dialah Allah, tuhan yang patut disembah. Allah adalah nama yang mengumpulkan makna semua nama dan hakikatnya dan merupakan Dzat yang disembah secara haqq. Dia tidak membutuhkan siapapun, bahkan yang lainnya-lqh yang butuh epada-Nya.

Nama ini disebut juga dengan lafazh jalalaj, juga disebut dengan Ismud dzat yang mengandung arti dari seluruh pwngertian yang ada dalam nama-nama Allah yang lainnya.
Tuntunan berzikir;

Berzikirlah dengan menyebut "Yaa Allah" setiap kali berdo'a, terutama pada sepertiga malam sesudah mengerjakan sholat Tahajjud atau Hajat. Insya Allah apa yang menjadi hajatnya akan berhasil.

~~®™
AGAR ANAK: Beakhlak, Percaya Diri, Lemah Lembut, Tahan Uji, Tak Mudah Menyerah,
Cerdas-Sabar-Penyantun

By, Muhammad Burhan, duta media
~~~®™

Muslimkids@cerdas-sabar-penyantun

Minggu, 28 Agustus 2016

Kumbara berpuisi

Mentari..
Tahukah kamu,
Terlara luka ..
Perih asa menghembus bayu
Terkoyak .. Tercabik..
Namun tiada siapapun yg peduli..
Rona terdiam sia sia...
Hari hari terbengkalai rasa
Ingin kuberanjak..
Dan menjauh pergi..
Namun,
Harap masih menggayut..
Dihati
Mentari..
Tahukah kamu?!
..

Minggu, 14 Agustus 2016

..

Tak ayal rasaku beranjak..
Kala hari mulai meredup
Gulana bisu menemani kelam
Kicauan burung tlah pulang ke kandang .. Sore tadi..
Malam kian pasti mengganti senja
Rinai titik hujan kembali basahi bumi
Jiwa rapuhku kian pasrah
Biarlah hujan menghapus jejak langkah yg ada
Perlahan .. lelah menitip harap
Semoga..

Minggu, 04 Mei 2014

irama puisi,

disiang yang diguyur butiran hujan berkah dari yang maha pengasih dan penyayang..
dalam peredaran kelembutan kasihsayangMu ya Allah, lembutkan hati ini..
kubernaung di kemahaanMu yg tak terhingga..
kuberteduh dirindang dan tegas kasihMu..
ku yang kini sendiri.. menapaki hari tanpa lelah.. mencoba membuang gundah.. meringkas alur kehidupan yang pernah ada dan senantiasa menatap harapan yang telah diburai oleh panggung sandiwara dunia..
ku kan tetap melangkah.. meniti sepi ini, melembutkan hati mengasah asa, membungkam rasa ..
mengurai makna..
merajut waktu yang ada.. agar lebih berarti..
membiarkan sepi menjauh pergi..
menanti terwujud asa pasti .. berdamping cintaMu.. selalu bersama Mu wahai sang pengasih penyayang..

posted from Bloggeroid

Rabu, 30 April 2014

Ikan dan burung

Di sebuah hutan hiduplah dua binatang yang saling bersahabat. Binatang itu adalah burung dan ikan. Keduanya sangat dekat dan selalu saling membantu. Kedekatan keduanya ini tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui suatu kejadian yang mengubah mereka. Waktu itu ikan sedang beristirahat di pinggiran sungai. Ia memandangi biji-bijian di pohon tepat di atasnya. “Kelihatannya biji-bijian itu enak dimakan” kata ikan dalam hati. Ia lalu berusaha meloncat setinggi-tingginya untuk mendapatkannya. Berkali-kali ia meloncat, namun tidak berhasil mencapai biji-bijian itu. Ia hanya bisa memandangi biji-bijian itu. Saat sedang memandangi biji-bijian itu, perhatiannya teralihkan oleh seekor burung yang berterbangan ke sana-kemari. “Tuhan, kenapa Engkau tidak memberiku sayap untuk terbang agar aku bisa meraih biji-bijian itu?” Kata si ikan dalam hati. Kita tinggalkan si ikan dan beralih ke burung. Setelah beterbangan, burung lalu hinggap di salah satu dahan pohon di pinggir sungai untuk beristirahat. Saat itu ia melihat ke air. Di dasar air sungai itu ia melihat banyak sekali cacing bergeliatan. “Kelihatannya cacing-cacing itu enak dimakan.” Kata burung dalam hati. Ia lalu berusaha masuk ke dalam air untuk menyelam dan menangkap cacing-cacing itu. Namun, ia tidak berhasil karena ia tidak bisa berenang. Ia lalu hanya bisa memandangi cacing itu dari atas pohon. Saat sedang memandangi cacing-cacing di dalam air, perhatiannya teralihkan pada ikan yang sedang berenang di dalam air. “Tuhan, kenapa Engkau tidak memberiku ekor dan sirip untuk berenang agar aku bisa meraih cacing-cacing dalam air itu?” kata si burung dalam hati. Akhirnya ikan dan burung saling tahu kesulitan masing-masing. Berkali-kali si ikan melihat burung menyelam ke air untuk mendapatkan cacing. Demikian pun si burung berkali-kali melihat ikan meloncat-loncat untuk mendapatkan biji-bijian. Lalu mereka berkenalan. “Hei ikan, apakah kau menginginkan biji-bijian ini? kata burung. “Benar, tapi aku tidak punya sayap sepertimu sehingga tidak bisa terbang mendapatkan biji-bijian itu.” jawab si ikan. “Aku juga menginginkan cacing di dasar sungai, tapi aku idak punya sirip sepertimu sehingga tidak bisa mendapatkan cacing-cacing itu.” balas si burung. “Gimana jika kau membantuku mengambil biji-bijian itu dan aku akan membantumu mendapatkan cacing-cacing di dasar sungai.” Ajak si ikan. “Wow ide bagus, aku setuju.” Sahut si burung. Akhirnya ikan dan burung menjadi sahabat dan saling membantu.


Posted via Blogaway

Minggu, 27 April 2014

Kelinci pembohong

Di padang rumput nan hijau, hiduplah seekor kelinci yang sangat nakalm, setiap hari kerjaannya mengusili penghuni padang rumput. Pada suatu hari, si kelinci ketemu pak kijang. Dalam hati kelinci berpikir “saya kerjain saja Pak Kijang, tapi bagaimana ya?” Si kelinci berpikir keras dan tiba-tiba ide nakal sampai di kepalanya. “Saya pura-pura saja lari Pak Kijang sambil berteriak ‘pak singa ngamuk’”. Maka sambil larilah, Si Kelinci sambil berteriak “Pak Singa ngamuk! Pak Singa ngamuk!”, akhirnya pak kijang sekeluarga lari tak beraturan, sampai anaknya Pak Kijang jatuh ke jurang. Puaslah hati Si Kelinci, berbahak-bahak dia, “kena saya kerjain Pak Kijang”. Begitu bangganya Si Kelinci, “cerdas juga saya” Congkak si kelinci. Si kelinci melanjutkan jalan-jalannya sambil mencari korban berikutnya. Dari kejauhan, Si Kelinci melihat Pak Kerbau. Dia pun melakukan hal yang sama seperti pada Pak Kijang. “Pak Singa ngamuk! Pak singa Ngamuk” teriak Si Kelinci, sambil berlari ke arah Pak Kerbau sekeluarga. Terang saja Pak Kerbau langsung lari terbirit-birit sampai istri Pak Kerbau yang lagi hamil, keguguran. Duka Pak Kerbau jadi suka cita Si Kelinci. Hari berikutnya Pak Kijang bertemu Pak Kerbau, mereka menceritakan kejadian yang mereka alami kemarin. Selagi mereka asik membahas masalah yang menimpa keluarga mereka yang disebabkan oleh Si Kelinci, tiba-tiba terdengarlah suara teriakan Si Kelinci dari kejauhan, “Tolong, saya dikejar-kejar Pak Singa, Pak Singa ngamuk! Tolong, tolong, tolooong!,” tapi tidak ada yang perduli, “ah, paling-paling Si Kelinci lagi-lagi membohongin kita” pikir mereka. Sekuat tenaga Si Kelinci menghindari kejaran Pak Singa, tapi apalah daya, Pak Singa lebih cepat larinya, akhirnya Si Kelinci mati dikoyak-koyak Pak Singa dan tidak ada yang perduli.


Posted via Blogaway

Jumat, 25 April 2014

Ratu bulan

Suatu hari, salah satu teman Hou I menceritakan tentang “Pil Abadi” Hou I langsung mengirim utusannya untuk mendapatkan pil tersebut untuknya dari Ratu Barat. Sang Ratu tinggal sendirian di atas sebuah gunung yang tinggi. Dia sangat jelek, giginya panjang dan tajam seperti harimau, dia juga memiliki sembilan buah ekor. Dia menghabiskan waktu membuat obat dari rumput, daun dan bunga. Pada awalnya, dia tidak ingin memberikan pil itu pada hamba Hou I. Ketika ia mengatakan siapa tuannya itu, ia menjadi takut. Dia cepat menyerahkan pil tersebut kepadanya. “Katakan pada majikanmu bahwa pil ini sangat kuat?” Katanya. “Dia tidak boleh memakannya pada saat bulan purnama. Jika dia melakukannya, dia akan terbang langsung ke bulan.” Hou I sangat senang mendapatkan pil tersebut. Istrinya menyimpannya di sebuah lemari di kamarnya. Suatu malam, saat dia menatap bulan purnama, ia tiba-tiba memutuskan untuk memakan pil tersebut. Tubuhnya terasa menjadi ringan dan injakannya meninggalkan tanah. Dia mulai mengambang di langit menuju bulan. Ketika suaminya melihat kejadian tersebut, ia mencoba untuk menjatuhkannya dengan busur dan anak panah. Tapi dia sudah terlalu tinggi. Dalam waktu singkat, dia mendarat di bulan. Dia merasa sangat dingin dan kesepian. Dia pun memikirkan suaminya setiap hari dan ingin kembali padanya. Tapi tidak ada jalan bagi dia untuk melakukannya. Akhirnya, ia membangun sebuah rumah kecil di mana dia tinggal sendirian.


Posted via Blogaway